PASAR TRADISIONAL SOKOGURU EKONOMI NASIONAL YANG PUNYA DAMPAK SISTEMIK UNTUK RAKYAT KECIL, TAPI NGGAK PERLU BAIL OUT ATAU SUBSIDI UNTUK PENGEMBANGANNYA.... YANG DIINGINKAN HANYA PERLAKUAN YANG ADIL...
Mengembangkan kembali pasar tradisional dan menjadikannya pasar yang bersih, nyaman, aman dan memiliki nilai tambah bagi semua pedagang, pembeli dan stakeholder lainnya. Hasil yang diharapkan:Menciptakan ... more >>
News
Source: CitraIndonesia.Com
Date: 02 May 2012
Kami Investor, Bukan Kontraktor


23 April 2012 | Jam 17:58 WIB



CEO ITQONI:
Kami Investor, Bukan Kontraktor



CitraIndonesia.Com: CEO ITQONI Grup, Irwan
Khalis, menyayangkankan paradigma pajabat daerah yang menganggap perusahaannya
sebagai kontraktor.



“Banyak pejabat daerah yang menganggap kami
sebagai kontraktor, kami adalah investor,” ungkapnya di sela-sela diskusi
“Mencari Bentuk Ideal Sinergi Pemerintah dan Swasta Dalam Pembangunan Pasar
Tradisonal” di Jakarta, Senin (23/4/2012).



Dalam acara yang dibuka Wamendag Bayu
Krisnamurthi, itu menampilkan  pembicara
antara lain, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo, Bonaria Siahaan Managing
Director Yayasan Danamon Peduli, CEO Itqoni Irwan Khalis, Walikotamadya Malang,
Feni Suparto.



Irwan menambahkan, sebetulnya perusahaannya
ini adalah ingin membantu pemerintah dalam pengembangan pasar tradisional yang
kian tergerus dengan menjamurnya pasar modern.



Selain melakukan rehabilitasi terhadap
pasar tradisional, lanjutnya ITQONI juga melakukan revitalisasi pasar
tradisonal yang saat ini disebut pemerintah sebagai pasar rakyat.



Memang dalam rehabilitasi maupun
revitalisasi banyak menggunakan anggaran. “Untuk satu lot (tempat dagang)
membutuhkan Rp30 juta. Dalam tahun ini ada 5 pasar rakyat yang sedang
dikerjakan, dan untuk satu pasar bisa menghabiskan dana miliaran,” tambahnya.



Irwan juga menyayangkan tingkat pengawasan
pihak daerah terhadap tata letak pasar rakyat dengan pasar modern.



“Anda bisa lihat banyak pasar modern yang
berdampingan dengan pasar rakyat, ini mematikan pedagang, namun pemerintah diam
saja tuh,” ungkapnya.



Padahal lanjutnya dalam Peraturan Daerahnya
jelas bahwa pasar modern harus berjarak 500 meter dari pasar rakyat.



“Sampai saat ini saja belum ada pasar
modern yang dibawah ke ranah hukum, yang ada saat ini Satpol PP yang tutup,
tapi atasannya terus memberikan izin usahanya” tegasnya. (Iskandar)



   
PT Bina Warga Itqoni, Graha Mandiri Lt.26, Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat 10310
Telp. (+6221) 3155725 Fax. (+6221) 2302195 Email: info@itqoni.co.id
Copyright © 2010