PASAR TRADISIONAL SOKOGURU EKONOMI NASIONAL YANG PUNYA DAMPAK SISTEMIK UNTUK RAKYAT KECIL, TAPI NGGAK PERLU BAIL OUT ATAU SUBSIDI UNTUK PENGEMBANGANNYA.... YANG DIINGINKAN HANYA PERLAKUAN YANG ADIL...
Mengembangkan kembali pasar tradisional dan menjadikannya pasar yang bersih, nyaman, aman dan memiliki nilai tambah bagi semua pedagang, pembeli dan stakeholder lainnya. Hasil yang diharapkan:Menciptakan ... more >>
News
Source: detik.com
Date: 02 May 2012
Pemerintah tetap pertahankan pasar tradisional


Rabu, 05/10/2011
15:29 WIB



 Hatta :
Pemerintah tetap pertahankan pasar tradisional



 


Jakarta  - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta
Rajasa mengatakan, pemerintah pusat menyiapkan dana cadangan Rp 3 triliun guna
mengatasi masalah pertanian akibat gangguan iklim.



 Di musim kemarau seperti saat ini, dana
tersebut bisa digunakan untuk proyek pengadaan pompanisasi, irigasi, pengering
gabah, bantuan traktor, dan lain sebagainya. Hingga kini, dana cadangan
tersebut baru terpakai sebesar Rp 300 miliar untuk mengatasi masalah puso yang
terjadi di beberapa daerah. Setiap petani yang mengalami gagal panen akan
mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 2,6 juta per hektar.



 Tujuan dianggarkannya dana cadangan tersebut
adalah untuk stabilisasi pangan nasional. Serta sebagai salah satu upaya untuk
mencapai target surplus beras 10 juta ton pada 2014 mendatang. Tahun ini,
surplus beras diharapkan mencapai 4 juta ton.



 Penyaluran anggaran tersebut dilakukan melalui
pemerintah daerah, khususnya daerah yang menjadi sentra utama pangan.
"Jawa Tengah sebagai salah satu sentra utama penghasil beras nasional
tentu akan diprioritaskan untuk mendapatkan dana tersebut," ujar Hatta
ketika mengunjungi Pasar Bulu, Semarang, Minggu (2/10).



 Hatta meminta kepada pemerintah daerah untuk
segera mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah pusat. "Kalau daerah
meminta, maka akan kita penuhi semua," kata Ketua Umum Partai Amanat
Nasional (PAN) ini.



 Soal pasar tradisional, Hatta meminta
pemerintah daerah menjamin keberadaan pasar tradisional yang letaknya berada di
tengah kota jangan sampai tergusur. Pemerintah pusat siap merespons permintaan
atas revitalisasi pasar tradisional termasuk Pasar Bulu Semarang.



 Menurut pria berambut perak ini, pasar
tradisional harus direvitalisasi agar tidak identik dengan kesan kumuh.
Sehingga peminat pasar tradisional semakin meningkat. Perputaran ekonomi di
kalangan rakyat kecil pun semakin kencang. "Pasar tradisional harus
ditingkatkan kesehatan serta kualitasnya," katanya.



 Ia meminta jangan sampai muncul pemikiran
untuk mengubah pasar tradisional menjadi pasar modern. Karena itu akan
merugikan pedagang kecil. "Jika dimodernisasi maka pedagangnya tidak bisa
kembali berjualan," kata Hatta.



 Untuk Pasar Bulu Semarang, kata dia,
pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan pada 2012. sebab Pasar
Bulu ini berada di tengah kota dan kondisinya memprihatinkan. "Pemerintah
juga akan memberikan bantuan untuk pembangunan pasar-pasar tradisional di Jawa
Tengah yang baru-baru ini terbakar, yakni pasar di Rembang dan Kudus,"
kata Hatta.



   
PT Bina Warga Itqoni, Graha Mandiri Lt.26, Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat 10310
Telp. (+6221) 3155725 Fax. (+6221) 2302195 Email: info@itqoni.co.id
Copyright 2010